Sabtu, 20 Januari 2018

Materi Tugas CrazyTalk Sistem Terdistribusi

Materi Tugas CrazyTalk Sistem Terdistribusi



·         Sistem Terdistribusi
Sistem terdistribusi adalah suatu sistem yang terdiri dari satu kesatuan software ataupun hardware independen yang terhubung pada sebuah jaringan, yang ditampilkan pada pengguna akhir berupa satu sistem komputer yang terintegrasi. Sistem terdistribusi dapat dikatakan sebagai kumpulan komputer yang bersifat transparan, dan setiap sistem terdistribusi mengandalkan layanan.

·         Kelebihan Sistem Terdistribusi
1.      Perfomance
Sekumpulan processor dapat menyediakan kinerja yang lebih tinggi daripada sistem komputer yang terpusat.
2.      Distribution
Banyaknya aplikasi yang terlibat sehingga lebih baik jika dipisah dalam mesin yang berbeda, seperti aplikasi perbankan, rumah sakit, komersial, dan lain-lain.
3.      Reliability
Jika terjadi kerusakan pada salah satu komputer tidak akan mempengaruhi kinerja sistem secara keseluruhan, sehingga sistem masih dapat berjalan walaupun terpadat beberapa data yang tidak dapat diakses karena kerusakan tersebut.
4.      Resource Sharing
Semua data yang tersedia pada sistem terdistribusi dapat diakses secara bersamaan dalam jaringan komputer, sehingga penyebaran informasi maupun data dapat dengan cepat terselesaikan. Sumber daya yang dapat diakses tidak hanya software namun juga meliputi hardware seperti disk, printer, scanner, dan lainnya.
5.      Scalability
Kinerja sistem terdistribusi dapat ditingkatkan tanpa harus merubah komponen yang terdapat didalamnya. Perubahan kinerja dapat berupa penambahan mesin ataupun mengurangi mesin yang terdapat untuk dapat menyesuaikan kebutuhan sistem maupun kapasitas sumber daya.

·         Masalah Yang Dihadapi Sistem Terdistribusi
1.      Software
Sistem terdistribusi yang baik adalah sistem yang dapat terintegrasi, pada sistem terdistribusi mesin atau komputer yang digunakan dapat berbeda-beda, sehingga untuk dapat menciptakan sistem yang terintegrasi dengan baik harus memiliki perangkat lunak yang baik, yaitu perangkat lunak yang dapat digunakan dari berbagai macam platform dan sistem operasi, sehingga semua mesin atau komputer dapat menjalanan sistem terdistribusi tersebut.
2.      Keamanan
Salah satu karakteristik sistem terdistribusi yaitu resource sharing yang memudahkan pengguna untuk mengakses informasi atau data dari sistem dapat menimbulkan masalah keamanan. Seperti penyalahgunaan data dan informasi, dan masalah kemanan lainnya.
3.      Ketergantungan Infrastruktur
Sistem terdistribusi dalam kinerjanya memanfaatkan teknologi jaringan komputer, apabila jaringan komputer tersebut memiliki kendala maka sistem terdistribusi tersebut tidak dapat diakses, seperti misalnya kendala jaringan internet terputus, sebuah sistem terdistribusi seperti torrent tidak dapat berjalan.

·         Konsekuensi Sistem Terdistribusi
1.      Sistem terdistribusi adalah sistem yang concurrent (serentak), setiap komponen hardware dan software bersifat otonom (proses). Komponen menjalankan bermacam-macam tugas secara bersamaan. Sehingga terdapat beberapa masalah umum yang sering dialami seperti deadlock, lifelock, dan komunikasi yang tidak handal.
2.      Independent failure, kemungkinan adanya kegagalan proses tunggal yang tidak diketahui, karena sistem menjalankan berbagai macam proses dan kegagal tunggal tidak mempengaruhi sistem secara keseluruhan, memungkinkan kagagalan proses tunggal tidak terdeteksi.

·         Contoh Sistem Terdistribusi
Salah satu contoh pemanfaatan sistem terdistribusi adalah Google File System atau yang biasa dikenal dengan GFS. Google memanfaatkan GFS sebagai platform utamanya dalam menjalankan sistem search engine miliki perusahaan tersebut.
Secara sederhana GFS bekerja seperti sistem client-server, yaitu memiliki master server, chunk server, dan client atau pengguna akhir. Berikut adalah cara kerja GFS secara sederhana:

1.      Arsitektur
§  Master Server: Master server bertugas untuk menyimpan metadata,bertindak sebagai koordinator, dan menyimpan suatu log.
§  Chunk Server: Chunk server menyimpan data atau informasi secara penuh, server yang bertugas untuk memberikan feedback pada request yang dilakukan oleh client atau pengguna.
§  Client: Pengguna yang mengakses sistem untuk melakukan proses transaksi data, baik read maupun write terhadap GFS itu sendiri.

2.      Cara Kerja
ü  Client mengirim request kepada master server.
ü  Master server menerima request client, lalu melacak lokasi chunk server yang tersedia untuk dilakukan proses read atau write. Setelah menerima lokasi, master server mengirim request ke chunk server untuk dilakukan proses transaksi data.
ü  Chunk server menerima request dari master server, lalu melakukan pengecekan apakah tersedia untuk melakukan proses transaksi, jika pengecekan selesai chunk server memberikan informasi tersebut ke master server.
ü  Master server menerima informasi dari chunk server tentang penjadwalan yang tersedia, jika chunk server tidak dapat memenuhi request maka master server akan mencari kembali chunk server lainnya yang tersedia. Jika sudah menemukan chunk server yang tersedia, maka master server akan memberikan metadata atau lokasi chunk server yang tersedia tersebut ke client.
ü  Client menerima feedback dari request yang diminta dari master server berupa metadata. Client akan diarahkan ke chunk server yang bersangkutan untuk melakukan proses read ataupun write terhadap chunk server tersebut.
ü  Client melakukan proses read atau write terhadap chunk server. Setelah client selesai melakukan proses, chunk server mengirim log transaksi ke master server.
ü  Master server menerima log yang dikirimkan oleh chunk server. Proses seleseai.


Minggu, 07 Januari 2018

Postest Cobit

Postest :
Adakah tools lain untuk melakukan audit TI (Teknologi Informasi)? Jika ada sebutkan.
IT Audit Tools 

Definisi Audit Teknologi Informasi (IT AUDIT)
  Audit teknologi informasi (Inggris: information technology (IT) audit atau information systems (IS) audit) adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai target organisasinya.
  Secara umum Audit IT adalah suatu proses kontrol pengujian terhadap infrastruktur teknologi informasi dimana berhubungan dengan masalah audit finansial dan audit internal. Audit IT lebih dikenal dengan istilah EDP Auditing (Electronic Data Processing), biasanya digunakan untuk menguraikan dua jenis aktifitas yang berkaitan dengan komputer. Salah satu penggunaan istilah tersebut adalah untuk menjelaskan proses penelahan dan evaluasi pengendalian-pengendalian internal dalam EDP. Jenis aktivitas ini disebut sebagai auditing melalui komputer. Penggunaan istilah lainnya adalah untuk menjelaskan pemanfaatan komputer oleh auditor untuk melaksanakan beberapa pekerjaan audit yang tidak dapat dilakukan secara manual. Jenis aktivitas ini disebut audit dengan komputer.
  Audit IT sendiri merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu, antara lain Traditional Audit, Manajemen Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi, Ilmu Komputer, dan Behavioral Science. Audit IT bertujuan untuk meninjau dan mengevaluasi faktor-faktor ketersediaan (availability), kerahasiaan (confidentiality), dan keutuhan (integrity) dari sistem informasi organisasi.
1. IT Audit Tools (Software)
  Tool-tool yang dapat digunakan untuk membantu pelaksanaan Audit Teknologi Informasi. Tidak dapat dipungkiri, penggunaan tool-tool tersebut memang sangat membantu Auditor Teknologi Informasi dalam menjalankan profesinya, baik dari sisi kecepatan maupun akurasinya.
Berikut beberapa software yang dapat dijadikan alat bantu dalam pelaksanaan audit teknologi informasi
a. ACL
  ACL (Audit Command Language) merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) yang sudah sangat populer untuk melakukan analisa terhadap data dari berbagai macam sumber.
  ACL for Windows (sering disebut ACL) adalah sebuah software TABK (TEKNIK AUDIT BERBASIS KOMPUTER) untuk membantu auditor dalam melakukan pemeriksaan di lingkungan sistem informasi berbasis komputer atau Pemrosesan Data Elektronik.
b. Picalo
  Picalo merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) seperti halnya ACL yang dapat dipergunakan untuk menganalisa data dari berbagai macam sumber.Picalo bekerja dengan menggunakan GUI Front end, dan memiliki banyak fitur untuk ETL sebagai proses utama dalam mengekstrak dan membuka data, kelebihan utamanya adalah fleksibilitas dan front end yang baik hingga Librari Python numerik.

Berikut ini beberapa kegunaannya :
  • · Menganalisis data keungan, data karyawan
  • · Mengimport file Excel, CSV dan TSV ke dalam databse
  • · Analisa event jaringan yang interaktif, log server situs, dan record sistem login
  • · Mengimport email kedalam relasional dan berbasis teks database
  • · Menanamkan kontrol dan test rutin penipuan ke dalam sistem produksi.

c. Powertech Compliance Assessment 
  Powertech Compliance Assessment merupakan automated audit tool yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark user access to data, public authority to libraries, user security, system security, system auditing dan administrator rights (special authority) sebuah serverAS/400.
d. Nipper 
  Nipper merupakan audit automation software yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark konfigurasi sebuah router.
  Nipper (Jaringan Infrastruktur Parser) adalah alat berbasis open source untuk membantu profesional TI dalam mengaudit, konfigurasi dan mengelola jaringan komputer dan perangkat jaringan infrastruktur.
e. Nessus
  Nessus merupakan sebuah vulnerability assessment software, yaitu sebuah software yang digunakan untuk mengecek tingkat vulnerabilitas suatu sistem dalam ruang lingkup keamanan yang digunakan dalam sebuah perusahaan
f. Metasploit
 Metasploit Framework merupakan sebuah penetration testing tool, yaitu sebuah software yang digunakan untuk mencari celah keamanan.
g. NMAP
  NMAP merupakan open source utility untuk melakukan security auditing. NMAP atau Network Mapper, adalah software untuk mengeksplorasi jaringan, banyak administrator sistem dan jaringan yang menggunakan aplikasi ini menemukan banyak fungsi dalam inventori jaringan, mengatur jadwal peningkatan service, dan memonitor host atau waktu pelayanan. Secara klasik Nmap klasik menggunakan tampilan command-line, dan NMAP suite sudah termasuk tampilan GUI yang terbaik dan tampilan hasil (Zenmap), fleksibel data transfer, pengarahan ulang dan tools untuk debugging (NCAT) , sebuah peralatan untuk membandingan hasil scan (NDIFF) dan sebuah paket peralatan analisis untuk menggenerasikan dan merespon (NPING)
h. Wireshark
  Wireshark merupakan aplikasi analisa netwrok protokol paling digunakan di dunia, Wireshark bisa mengcapture data dan secara interaktif menelusuri lalu lintas yang berjalan pada jaringan komputer, berstandartkan de facto dibanyak industri dan lembaga pendidikan.



Cobit

Pretest :
Apa yang Anda ketahui mengenai COBIT (Control Ojective for Information and Related Technology)?

COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) merupakan sekumpulan dokumentasi dan panduan yang mengarahkan pada IT governance yang dapat membantu auditor, manajemen, dan pengguna (user) untuk menjembatani pemisah antara resiko bisnis, kebutuhan kontrol, dan permasalahan-permasalahan teknis. COBIT dikembangkan oleh IT governance Institute (ITGI) yang merupakan bagian dari Information Systems Audit and Control Association (ISACA).
Menurut Campbell COBIT merupakan suatu cara untuk menerapkan IT governance. COBIT berupa kerangka kerja yang harus digunakan oleh suatu organisasi bersamaan dengan sumber daya lainnya untuk membentuk suatu standar yang umum berupa panduan pada lingkungan yang lebih spesifik. Secara terstruktur, COBIT terdiri dari seperangkat contol objectives untuk bidang teknologi indormasi, dirancang untuk memungkinkan tahapan bagi audit.
Menurut IT Governance Institute Control Objectives for Information and related Technology (COBIT, saat ini edisi ke-4) adalah sekumpulan dokumentasi best practices untuk IT governance yang dapat membantu auditor, manajemen and pengguna (user) untuk menjembatani gap antara risiko bisnis, kebutuhan kontrol dan permasalahan-permasalahan teknis.
Sejarah dan Perkembangan
COBIT muncul pertama kali pada tahun 1996 yaitu COBIT versi 1 yang menekankan pada bidang audit, COBIT versi 2 pada tahun 1998 yang menekankan pada tahap kontrol, COBIT versi 3 pada tahun 2000 yang berorientasi kepada manajemen, dan COBIT versi 4 yang lebih mengarah kepada IT governance. COBIT terdiri dari 4 domain, yaitu:
  • Perencanaan dan Organisasi (Plan and Organise)
  Domain ini mencakup strategi dan taktik yang menyangkut identifikasi tentang bagaimana TI dapat memberikan kontribusi terbaik dalam pencapaian tujuan bisnis organisasi sehingga terbentuk sebuah organisasi yang baik dengan infrastruktur teknologi yang baik pula.

  • Pengadaan dan Implementasi (Acquire and Implement)
  Untuk mewujudkan strategi TI, solusi TI perlu diidentifikasi, dibangun atau diperoleh dan kemudian diimplementasikan dan diintegrasikan dalam proses bisnis.

  • Pengantaran dan Dukungan (Deliver and Support)
  Domain ini berhubungan dengan penyampaian layanan yang diinginkan, yang terdiri dari operasi pada security dan aspek kesinambungan bisnis sampai dengan pengadaan training.

  • Pengawasan dan Evaluasi (Monitor and Evaluate)
  Semua proses TI perlu dinilai secara teratur dan berkala bagaimana kualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan kontrol.

Kerangka Kerja COBIT

  Menurut Campbell dalam hirarki COBIT terdapat 4 domain COBIT yang terbagi menjadi 34 proses dan 318 control objectives, serta 1547 control practitices. Dalam setiap domain dan proses di dalamnya tersedia pula panduan manajemen, panduan audit, dan ringkasan bagi pihak eksekutif.
Adapun kerangka kerja COBIT secara keseluruhan terdiri atas arahan sebagai berikut:
  • Control Obejctives. Terdiri atas 4 tujuan pengendalian tingkat tinggi yang tercermin dalam 4 domain.
  • Audit Guidelines. Berisi 318 tujuan pengendalian bersifat rinci
  • Management Guidelines. Berisi arahan, baik secara umum dan spesifik mengenai hal-hal yang menyangkut kebutuhan manajemen. Secara garis besar dapat memberikan jawaban mengenai: Apa saja indikator untuk mencapai hasil kinerja yang baik?, faktor apa saja yang harus diperhatikan untuk mencapai sukses?, serta apa resiko yang mungkin muncul bila tidak mencapai sasaran?

Disamping itu, dalam kerangka kerja COBIT juga memasukkan bagian-bagian seperti:
  • Maturity models. Untuk menilai tahap maturity IT dalam skala 0-5
  • Critical Success Factors (CSFs). Arahan implementasi bagi manajemen dalam melakukan pengendalian atas proses IT.
  • Key Goal Indicatirs (KGIs). Berisi mengenai arahan kinerja proses-proses IT sehubungan dengan kebutuhan bisnis.
  • Key Performance Indicators (KPIs). Kinerja proses-proses IT sehubungan dengan sasaran/tujuan proses (process goals).



Area Pengendalian

Soal Postest (Vclass) :

Pengendalian TI didefinisikan sebagai suatu pernyataan hasil yang diinginkan atau maksud yang dicapai oleh prosedur pengendalian implementasi dalam kegiatan TI khusus. 
Terdapat 15 area pengendalian, sebut dan jelaskan.

Area Pengendalian ada 15 yaitu :
1.     Integritas Sistem
  • Ketersediaan dan kesinambungan sistem komputer untuk user.
  • Kelengkapan, Keakuratan, Otorisasi, serta proses yang auditable.
  • Persetujuan dari user atas kinerja sistem yang di inginkan.
  • Preventive maintenance agreements untuk seluruh perlengkapan.
  • Kesesuaian kinerja antara S/W dan jaringan dengan yang diharapkan.
  • Serta adanya program yang disusun untuk operasi secara menyeluruh.

2. Manajemen Sumber Daya (Perencanaan Kapasitas)
  • Faktor-faktor yang melengkapi integritas sistem.
  • Yaitu meyakini kelangsungan (ongoing) H/W, S/W, SO, S/W aplikasi, dan komunikasi jaringan komputer, telah di pantau dan dikelola pada kinerja yang maksimal namun tetap dengan biaya yang wajar.
  • Hal-hal tersebut di dokumentasikan secara formal, demi proses yang berkesinambungan.

3.     Pengendalian Perubahan S/W Aplikasi dan S/W sistem
  • Menentukan adanya keterlibatan dan persetujuan user dalam hal adanya perubahan terhadap s/w aplikasi dan s/w sistem.
  • Setiap pengembangan dan perbaikan aplikasi harus melalui proses formal dan di dokumentasikan serta telah melalui tahapan-tahapan pengembangan sistem yang dibakukan dan disetujui.


4. Backup dan Recovery
  • Demi kelangsungan usaha, harus tersedia data processing disaster recovery planning (rencana pemulihan data dan pusat sistem informasi apabila terjadi kehancuran).
  • Baik berupa backup dan pemulihan normal, maupun rencana contingency untuk kerusakan pusat SI (lokasi gedung, peralatanya, SDM-nya maupun manualnya).

5. Contigency Planning
  • Perencanaan yang komprehenshif di dalam mengantisipasi terjadinya ancaman.
  • Terhadap fasilitas pemrosesan SI.
  • Dimana sebagian besar komponen utama dari disaster recovery plan telah dirumuskan dengan jelas, telah di koordinasikan dan disetujui, seperti critical application systems, identifikasi peralatan dan fasilitas penunjang H/W, sistem S/W dan sebagainya.

6. System S/W Support
  • Pengukuran pengendalian dalam pengembangan, penggunaan, dan pemeliharaan dari S/W SO, biasanya lebih canggih dan lebih cepat perputarannya dibandingkan dengan S/W aplikasi. Dengan ketergantungan yang lebih besar kepada staf teknik untuk integritas fungsionalnya.
  • Pengukuran kendali pengamanan aplikasi individu maupun pengamanan logika sistem secara menyeluruh (system wide logical security).

7. Dokumentasi
  • Integritas dan ketersediaan dokumen operasi, pengembangan aplikasi, user dan S/W sistem.
  • Diantaranya dokumentasi program dan sistem, buku pedoman operasi dan schedule operasi.
  • Untuk setiap aplikasi sebaiknya tersedia dokumentasi untuk tiap jenjang user.


8. Pelatihan atau Training
  • Adanya penjenjagan berdasarkan kemampuan untuk seluruh lapisan manajemen dan staf, dalam hal penguasaannya atas aplikasi-aplikasi dan kemampuan teknisnya.
  • Serta rencana pelatihan yang berkesinambungan.

9. Administrasi
  • Struktur organisasi dan bagannya, rencana strategis, tanggungjawab fungsional, job description, sejalan dengan metode job accounting dan/atau charge out yang digunakan.
  • Termasuk didalamnya pengukuran atas proses pengadaan dan persetujuan untuk semua sumber daya SI.

10.Pengendalian Lingkungan dan Keamanan Fisik
  • Listrik, peyejuk udara, penerang ruangan, pengaturan kelembaban, serta kendali akses ke sumber daya informasi.
  • Pencegahan kebakaran, ketersediaan sumber listrik cadangan.
  • Juga pengendalian dan backup sarana telekomunikasi.

11.Operasi
  • Diprogram untuk merespon permintaan/keperluan SO.
  • Review atas kelompok SO berdasarkan job schedulling, review yang terus-menerus terhadap operator, retensi terhadap console log message, dokumentasi untuk run/restore/backup atas seluruh aplikasi.
  • Daftar personel, dan nomor telepon yang harus dihubungi jika muncul masalah SO, penerapan sistem sift dan rotasi serta pengambilan cuti untuk setiap operator.

12.Telekomunikasi
  • Review terhadap logical and physical access controls.
  • Metodologi pengacakan (encryption) terhadap aplikasi electronic data interchange (EDI).
  • Adanya supervisi yang berkesinambungan terhadap jaringan komputer dan komitmen untuk ketersediaan jaringan tersebut dan juga redundansi saluran telekomunikasi.

13.Program Libraries
  • Terdapat pemisahan dan prosedur pengendalian formal untuk application source code dan compiled production program code dengan yang disimpan di application test libraries development.
  • Terdapat review atas prosedur quality assurance.

14.Application Support (SDLC)
  • Bahwa proses tetap dapat berlangsung walaupun terjadi kegagalan sistem.
  • Sejalan dengan kesinambungan proses untuk inisiasi sistem baru, manajemen.
  • Proyek, proses pengujian yang menyeluruh antara user dan staf SI
  • Adanya review baik formal maupun informal terhadap tingkat kepuasan atas SDLC yang digunakan.

15.Pengendalian Mikrokomputer
  • Pembatasan yang ketat dalam pengadaan, pengembangan aplikasi, dokumentasi atas aplikasi produksi maupun aplikasi dengan misi yang kritis, sekuriti logika, dan fisik terhadap microcomputer yang dimiliki.
  • Serta pembuatan daftar inventaris atas H/W, S/W, serta legalitas dari S/W untuk menghindari tuntutan pelanggaran hak cipta.

Konsep proses pencapaian Tujuan

Konsep Proses Pencapaian Tujuan
V-class Pretest Analisis Kinerja Sistem
Kendali dan Audit Sistem Informasi

Soal:
Pengendalian internal telah mengalami perubahan dari konsep 'ketersediaan pengendalian' ke konsep 'proses pencapaian tujuan'.
Apakah maksud dari konsep 'Proses Pencapaian Tujuan' tersebut?

Jawaban:


Pengendalian Internal
Tujuan Pengendalian Internal:
  • 1. Memeriksa ketelitian dan kebenaran data yang akan menghasilkan laporan-laporan yang dapat diandalkan.
  • 2. Efektivitas dan efisiensi dalam operasi, yaitu efektif dalam mencapai tujuan organisasi secara keseluruhan dan efisien dalam pemakaian sumber daya yang tersedia.
  • 3. Membantu agar tidak terjadi penyimpangan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku
  • 4. Mengamankan harta milik organisasi atau perusahaan termasuk data yang tersedia

Dua Pendekatan Pengendalian Intern :
  • 1. Pendekatan Statis
  • 2. Pendekatan Dinamis

Pendekatan Statis
  • 1. Berdasarkan pertimbangan pada pembagian wewenang di dalam pengelolaan perusahaan atau entitas pada masa lalu yang bersifat sentralisasi.
  • 2. Metoda sentralisasi artinya jika kita telusuri bahwa intelektualitas berada pada pucuk pimpinan perusahaan. Semakin rendah posisi seseorang, maka semakin sedikit pengetahuannya tentang pencapaian tujuan perusahaan, artinya hanya sekedar menjalankan perintah atasanya.
  • 3. Artinya bahwa pendekatan statis akan berorientasi pada sistem yang dapat dengan mudah ditelusuri keberadaannya.

Pendekatan Dinamis
  • 1. Pengendalian intern sebagai sebuah proses
  • 2. Konsep ini terkait dengan perkembangan metoda pengelolaan sumber daya manusia pada organisasi yang bersangkutan.
  • 3. Perubahan metoda pengelolaan tersebut adalah perubahan ke metoda pengelolaan manajemen melalui tujuan (management by objective) menggantikan

Proses Pencapaian Tujuan
     Konsep pengendalian intern juga mengalami perubahan dari konsep ketersediaan pengendalian intern ke konsep proses pencapaian tujuan. Dengan konsep baru tersebut disadari bahwa intelektualitas tidak lagi terletak pada pucuk pimpinan, tetapi terletak dilapisan bawah. Mereka yang deket dengan konsumenlah yang paling mengerti dengan kebutuhan pasar. Sehingga keputusan pimpinan dapat dipengaruhi oleh intelektualitas atau data yang dimiliki oleh pegawai pada lapisan bawah.



Aset Sistem Informasi harus dilindungi melalui sistem keamanan yang baik. Sebut dan jelaskan langkah-langkah utama pelaksanaan program keamanan tsb.

Aset Sistem Informasi harus dilindungi melalui sistem keamanan yang baik. Sebut dan jelaskan langkah-langkah utama pelaksanaan program keamanan tsb

1.      Prepare a project plan merupakan perncanaan proyek untuk tinjauan keamanan. meliputi;
  • ·         Tujuan Review
  • ·         Ruang Lingkup (Scope) Review
  • ·         Tugas yang harus dipenuhi
  • ·         Organisasi dari Tim Proyek
  • ·         Sumber Anggaran (Pendanaan) dan
  • ·         Jadwal untuk Menyelesaikan Tugas

2.      identify assets atau identifikasi kekayaan, meliputi beberapa kategori asset, yaitu;
  • ·         Personnel (end users, analyst, programmers, operators, clerks, Guards)
  • ·         Hardware (Mainfarme, minicomputer, microcomputer, disk, printer,
  • ·         communication lines, concentrator, terminal)
  • ·         Fasilitas (Furniture, office space, computer rrom, tape storage rack)
  • ·         Dokumentasi (System and program doc.,database doc.,standards plans,
  • ·         insurance policies, contracts)
  • ·         Persediaan (Negotiable instrument, preprinted forms, paper, tapes, cassettes)
  • ·         Data/Informasi (Master files, transaction files, archival files)
  • ·         Software Aplikasi (Debtors, creditors, payroll, bill-of-materials, sales, inventory)
  • ·         Sistem Software (Compilers, utilities, DBMS, OS, Communication Software,
  • ·         Spreadsheets)

3.      value assets atau penilaian kekayaan. Parker
merupakan cara penilaian atas kekayaan yang hilang (lost), waktu periode untuk perhitungan atas hilangnya kekayaan, dan umur asset.

4.      identity threats atau identifikasi ancaman-ancaman,

Sumber ancaman External :
  • ·         Nature / Acts of God
  • ·         H/W Suppliers
  • ·         S/W Suppliers
  • ·         Contractors
  • ·         Other Resource Suppliers
  • ·         Competitors (sabotage, espionage, lawsuits, financial distress through
  • ·         fair or unfair competition)
  • ·         Debt and Equity Holders
  • ·         Unions (strikes, sabotage,harassment)
  • ·         Governments
  • ·         Environmentalist (Harassment (gangguan), unfavorable publicity)
  • ·         Criminals/hackers (theft, sabotage, espionage, extortion)


Sumber ancaman Internal :
  • ·         Management, contoh kesalahan dalam penyediaan sumber daya, perencanaan dan control yang tidak cukup.
  • ·         Employee, contoh Errors, Theft (pencurian), Fraud (penipuan), sabotase,
  • ·         extortion (pemerasan), improper use of service (penggunaan layanan yg tidak sah)
  • ·         Unreliable system, contoh Kesalahan H/W, kesalahan S/W, kesalahan fasilitas.
  • ·         assess likehood or threats atau penilaian kemungkinan ancaman.
  • ·         analysize exposure.

Tahap analisis ekspose terdiri dari 4 tugas yaitu :
  • ·         Identification of the controls in place
  • ·         Assessment of the reliability of the controls in place
  • ·         Evaluation of the likelihood that a threat incident will be successful
  • ·         Assess the resulting loss if the threat is successful
  • ·         Ajust Contols
  • ·         Prepare Security Report



Untuk mengamankan suatu Sistem Informasi apa saja yang perlu dilindung

 Pretest : Untuk mengamankan sustu Sistem Informasi menurut anda apa saja yang perlu dilindungi?
Aset Sistem Informasi yang harus di lindungi melalui sistem keamanan dapat
diklasifikasikan menjadi  yaitu :
Aset Fisik, meliputi :
  • ·         Personnel
  • ·         Hardware (termasuk media penyimpanan, dan periperalnya)
  • ·         Fasilitas
  • ·         Dokumentasi dan
  • ·         Supplies
  • ·         Aset Logika
  • ·         Data / Informasi dan
  • ·         Sofware (Sistem dan Aplikasi)

Pentingnya keamanan sangat mempengaruhi  untuk suatu sistem informasi di era globalisasi pada sebuah organisasi atau perusahaan untuk menjaga fasilitas  terpenting perusahaan. Pada dasarnya fasilitas dan asset perusahaan yang ingin dijaga adalah berkaitan dengan lima komponen dasar sistem informasi yaitu perangkat keras, perangkat lunak, pengguna, data dan prosedur.
Empat karakteristik dasar yang dapat diketahui apabila perusahaan ingin menerapkan solusi pengamanan sistem informasi di perusahaan :
·                     Perusahaan yang bersangkutan harus memiliki sebuah sistem komputerisasi yang harus dilindungi seperti misalnya mempunyai komputer diperusahaannya, memiliki jaringan komputer ( local area network ) atau jaringan yang lebih luas lagi ataupun internet yang pada kenyataannya digunakan untuk kegiatan bisnis perusahaan.
·                     Perusahaan yang dimaksud harus memiliki sebuah divisi teknologi informasi yang menangani berbagai kegiatan penunjang untuk berbagai aplikasi bisnis perusahaan di bidang teknologi. Divisi teknologi diperusahaan bisaanya disebut dengan EDP (Entry Data Processing ). Kejahatan komputer dapat dilakukan dan berawal dari bagian ini , seperti dikatakan oleh Thomas porter dalam bukunya “ Elektronik Data Processing ( EDP ) control and auditing “ ( Porter ,1974 ), beliau mengatakan bahwa kejahatan yang berhubungan dengan personal terutama dalam perusahaan dapat dikategorikan dalam komputer abuse ( penyalahgunaan komputer ) , computer crime ( kejahatan komputer ) dan computer related crime ( kejahatan yang berhubungan dengan komputer ).
·                     Mempunyai data, informasi dan sistem jaringan yang berharga yang layak untuk di jaga, dan dapat menyebabkan kerugian yang besar apabila data, informasi dan sistem jaringan tersebut dapat keluar dari perusahaan atau dapat menyebabkan perusahaan tidak dapat beroperasi. Karakteristik ini sangat berhubungan dengan materi risk manajemen. Pihak peruhaan dapat menghitung kerugian material ataupun non material yang disebabkan kejahatan dari sisi teknologi ini sehingga dapat diketahui apakah sudah layak mereka mengimplementasikan pengamanan sistem informasi dalam setiap kegiatan bisnis mereka.
·                     Karakteristik berikutnya adalah perusahaan yang bersangkutan belum mempunyai kebijakan mengenai tata kelola teknologi informasi terutama yang berkaitan dengan kebijakan tentang pengelolaan keamanan sistem informasi (Information technology security policy). Atau mereka sudah menerapkan beberapa prosedur kebijakan tentang keamanan sistem informasi namun belum mengikuti standarisasi dari beberapa organisasi standar yang ada ( akan dipelajari lebih lanjut pada bab selanjutnya ).
Tipe keamanan komputer berdasarkan lubang keamanannya menurut David Icove :
1.      Keamanan yang bersifat fisik ( physical security )
Termasuk akses orang ke gedung, peralatan, atau media yang digunakan. Beberapa contoh kejahatan jenis ini adalah sebagai berikut :
  • ·      Berkas-berkas dokumen yang telah dibuang ke tempat sampah yang mungkin memuat informasi password dan username.
  • ·         Pencurian komputer dan laptop
  • ·         Serangan yang disebut dengan DDos Attack / denial of service
  • ·         Pemutusan jalur listrik sehingga tidak berfungsi secara fisik.
  • ·         Pembajakan pesawat pada saat tragedy world trade centre.
  • ·         Keamanan yang berhubungan dengan orang ( personal security ).

Tipe keamanan jenis ini termasuk kepada identifikasi, profile resiko dari pekerja di sebuah perusahaan. Dalam dunia keamanan informasi salah satu factor terlemah adalah dari tipe jenis ini. Hal ini disebabkan manusia bukanlah mesin sehingga kadangkala pekerjaannya tidak terstruktur dan dapat di kelabui. Kejahatan jenis ini sering menggunakan metode yang disebut dengan social engineering .
2.      Keamanan dari data dan media serta teknik komunikasi (Communication security).
Tipe keamanan jenis ini banyak menggunakan kelemahan yang ada pada perangkat lunak, baik perangkat lunak aplikasi ataupun perangkat lunak yang diugunakan dalam mengelola sebuah database.
3.      Keamanan dalam operasi ( management security )
Kebijakan atau policy adalah hal terpenting yang harus di perhatikan sebuah perusahaan dalam memelihara asset teknologi dan bisnis mereka apabila ingin aman dari serangan hacker. Kebijakan digunakan untuk mengelola sistem keamanan , prosedur sebelum maupun setelah serangan terjadi, mempelajari manajemen resiko seperti dampak dan akibat dari sebuah serangan.Banyak perusahaan terutama di Indonesia tidak memiliki standard prosedur bagi keamanan sistem informasi. Untuk itu beberapa bagian dari buku ini akan banyak membahas tentang implementasi dari standard pelaksanaan keamanan sistem informasi bagi perusahaan yang diambil dari ISO 27001.

  • ·       Aset: Perlindungan aset merupakan hal yang penting dan merupakan langkah awal dari berbagai implementasi keamanan komputer.Contohnya: ketika mendesain sebauah website e-commerce yang perlu dipikirkan adalah keamanan konsumen. Konsumen merupakan aset yang penting, seperti pengamanan naman alamat ataupun nomor kartu kredit.
  • ·         Analisi Resiko: adalah tentang identifikasi akan resiko yang mungkin terjadi, sebuah even yang potensial yang bisa mengakibatkan suatu sistem dirugikan.
  • ·         Perlindungan: Kita dapat melindungi jaringan internet dengan pengaturan Internet Firewall yaitu suatu akses yang mengendalikan jaringan internet dan menempatkan web dan FTP server pada suatu server yang sudah dilindungi oleh firewall.
  • ·               Alat: alat atau tool yang digunakan pada suatu komputer merupakan peran penting dalam hal keamanan karena tool yang digunakan harus benar-benar aman.
  • ·       Prioritas: Jika keamanan jaringan merupakan suatu prioritas, maka suatu organisasi harus membayar harga baik dari segi material maupun non material. Suatu jaringan komputer pada tahap awal harus diamankan dengan firewall atau lainnya yang mendukung suatu sistem keamanan.